Secara fisik, idealnya, teks puisi terungkap melalui pemaparan bahasa yang penuh dengan simbol, bahasa kias, dan gaya bahasa lainnya. Penggunaan simbol, bahasa kias, metafora, dan gaya bahasa oleh seorang sastrawan dimaksudkan untuk memadatkan pengungkapan dan mengefektifkan pengungkapan. Dengan pemakaian simbol, bahasa kias, metafora, dan gaya bahasa tersebut, sastrawan dapat menciptakan puisi yang mengutamakan intensifikasi, korespondensi, dan musikalitas. Intensifikasi, korespondensi, dan musikalitas inilah yang tampil dominan dalam karya sastra berbentuk puisi. Intensifikasi merupakan upaya sastrawan memperdalam intensitas penuturan dengan berbagai cara pemaparan bahasa. Korespondensi merupakan upaya sastrawan menjalin gagasan menjadi satu kesatuan. Musikalitas merupakan upaya penyair mempermanis, memperkuat, dan menonjolkan efek puitik kepada hasil kreasinya. Dengan intensifikasi, korespondensi, dan musikalitas yang baik sastrawan mampu menciptakan puisi yang secara fisik berbeda dengan prosa. Jika prosa lebih bersifat menerangjelaskan, maka puisi bersifat memusat dalam perenungan.
Spesifikasi buku:
| Kategori | : | Kumpulan Puisi |
| Penulis | : | 43 Penyair Jambi |
| ISBN | : | 978-602-73165-9-1 |
| Ukuran | : | 14,8 x 21 cm |
| Tebal | : | x + 90 halaman |
| Terbit | : | September 2016 |
| Harga | : | Rp. 82.000 |
| Order | : | ![]() |
| : | ![]() |
|
| : | ![]() |



